Menerapkan Metode Peta Minda

Hi sobat blogger sebelumnya saya memberikan materi mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital tentang menerapkan logika dan algoritma komputer. Dan kali ini saya akan memberikan materi kedua tentang Menerapkan Metode Peta Minda.


Mind Maping (Peta Minda), metode pembelajaran ini berfungsi untuk dapat membantu siswa untuk dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang diberikan oleh guru / pendidik. Semakin kreatif metode yang digunakan akan semakin memudahkan siswa dalam belajar.


Menerapkan Metode Peta Minda



Metode ini juga dikenal dengan sebutan peta pikiran yang dirancang dengan secara khusus untuk dapat/bisa memudahkan kita didalam mempelajari serta juga menuangkan pikiran itu terhadap sebuah persoalan/permasalahan.


Definisi Mind Maping (Peta Minda)

Peta minda adalah sebuah gambaran yang menjelaskan struktur konsep – konsep yang saling berkaitan antar konsep lainnya yang menyatakan hubungan dan memiliki makna atau arti dari sebuah materi pelajaran sehingga membentuk sebuah proposisi


Peta minda adalah suatu ilustrasi grafis yang konkrit yang dapat menunjukan bagaimana suatu konsep berhubungan atau terkait dengan konsep-konsep lain yang termasuk kategori yang sama. Peta minda ialah suatu skema atau ringkasan dari hasil belajar. Peta minda juga dikenal dengan peta konsep (min mapping).


Peta minda merupakan salah satu cara visual-spatial dalam bentuk kecerdasan beragam atau Multiple Intellenges yang sekarang ini sudah diterapkan dalam sistem pembelajaran di sekolah. Seluruh siswa dianjurkan untuk menguasai teknik ini setelah mempelajari sesuatu bab guna mengingat dan mengupas kembali pemahaman siswa dalam bab tersebut. Banyak orang beranggapan bahwa teknik ini sulit untuk diaplikasikan. Sebenarnya, teknik ini akan lebih memudahkan siswa guna mengingat kembali fakta-fakta penting yang telah di pelajarinya.


Peta konsep adalah suatu gambar yang memaparkan struktur konsep yaitu keterkaitan antar konsep dari suatu gambaran yang menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dari suatu materi pelajaran yang dihubungkan dengan suatu kata penghubung sehingga membentuk suatu proposisi. Karena itu, peta konsep akan mendorong siswa menghubungkan konsep-konsep selama belajar, sehingga tercapai pembelajaran yang bermakna (Dahar,1989:123).


Jenis - jenis Maping Minda ( Peta Minda )

#1. Circle Map (Peta Bulatan), digunakan untuk sumbangsaran ide yang memamerkan pengetahuan sedia berkaitan sesuatu tajuk dengan memberikan maklumat mengikut konteks.


#2. Bubble Map (Peta Buih), digunakan untuk memperbanyak kebolehan murid untuk mengenal pasti atau atau menunjukan kualitas. Umumnya bubble map menggunakan perkataan deskriptif atau uraian.


#3. Double Bubble Map (Peta Buih Berganda), digunakan untuk membandingkan beza sesuatu.


#4. Tree Map (Peta Pokok), digunakan untuk mengklasifikasikan bahan atau ide.


#5. Brace Map (Peta Dakap), digunakan untuk menganalisis objek fisikal. Garis sebelah kiri adalah nama atau gambar keseluruhan objek. Garis pada bagian kedua adalah bagian utama.


#6. Flow Map (Peta Alir), digunakan untuk membuat urutan sesuatu proses.


#7. Multi Flow Map (Peta Pelbagai Alir), digunakan untuk menunjukan dan menganalisis hubungan sebab akibat. Segiempat yang berada ditengah adalah peristiwa yang penting. Bagian sebelah kiri adalah sebab-akibat peristiwa tersebut, manakala bagian sebelah kanan pula adalah akibat daripada peristiwa tersebut.


#8. Bridge Map (Peta Titi), digunakan untuk memberi peluang kepada pelajar untuk mengaplikasikan proses analogi dengan menggunakan faktor penghubungan.


Manfaat Mind Maping Atau Peta Minda

Mind maping itu harus dipahami oleh seorang pendidik disebabkan karna bisa membantu siswa didalam memperlajari pembelajaran. Beberapa manfaat penerapan peta konsep ini diantaranya :

a. Membantu seorang untuk bisa/dapat merencanakan serta berkomunikasi
b. Membuat kamu menjadi lebih kreatif
c. Membantu kamu didalam menyelesaikan sebuah masalah
d. Membantu kamu juga untuk dapat lebih fokus di dalam menyelesaikan permasalahan.
e. Memudahkan kamu didalam menyusun serta juga menjelaskan pikiran-pikiran yang terdapat dalam pemikiran kamu
f. Membantu kamu untuk lebih mudah dalam mengingat yang tentang dipelajari
g. Membantu kamu untuk bisa/dapat belajar lebih cepat, efesien dan juga melatih gambar keseluruhan.
h. Mampu untuk mengefesienkan waktu didalam mempelajari sebuah informasi


Langkah-langkah menyusun meyusun peta konsep (Arends 1997;258) sebagai berikut:


1. Mengidentifikasi pokok yang melingkupi sejumlah konsep (Memilih suatu bahan bacaan)

2. Mengidentifikasi ide atau konsep sekunder yang menunjang ide utama. (Menentukan konsep-konsep yang relevan)

3. Tempatkan ide utama di tengah atau di puncak (Mengelompokkan/ mengurutkan konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif)

4. Kelompokkan ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukkan hubungan ide-ide terebut dengan ide utama (Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan, konsep-konsep yang paling inklusif diletakkan di bagian atas atau di pusat bagan tersebut)


Beberapa software yang dapat digunakan untuk membuat peta minda adalah sebagai berikut:

- XMind 8 (MacOS, Windows, IOS).

- Mindomo (MacOS, Windows, Linux, IPad, Android)

- FreeMind (MacOS, Windows, Linux)

- MindNode (MacOS, IOS)

- Bubbl.us (Web)

- WiseMapping (Web)

- IdeaFlip (Web)

- Scapple (MacOS, Windows)

- MindManager (MacOS, Windows)

- Lucidchart (Web)


Demikian materi tentang Menerapkan Metode Peta Minda. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk menbagikan materi ini ke teman kalian supaya mereka tahu apa yang kalian tahu.


Baca Juga
Tags

Post a Comment

2 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad